Archive for the ‘CERITA ONYEL’ Category
Belajar dari kehidupan
Udara panas ponorogo membuatku ga bisa nyaman tidur. Ga tau nieh, kok ga ujan-ujan. Bulan Oktober kan harusnya sudah mulai masuk penghujan… Jam 2 malam itu aku terbangun karena kepanasan tidur di kasur kamar. Ngantuk-ngantuk aku lihat jam di HP. Dan kudapati YM ma Pesbukku masih Online. Sekitar sepuluh ID entah dari YM atau Pesbuk menyapaku, namun ga da balasan dariku. Dan beberapa ID itu sudah offline. Rencana mau tak sign out, tapi urung ketika kudapati ID sahabatku menyapa. Read the rest of this entry »
Onyel is Wonk Ningrat
Onyel Is Wonk Ningrat. Itu yang orang bilang soal sosokku. Kedengerane WAH yow??? SOmbong sekali onyel ini, bilang dirinya seorang ningrat. Emang Bener? Kayaknya gak deh…Kalo gak, kok PD sekali dia ngaku-ngaku sebagai ‘ningrat’. Hehehe…
Tapi kalo orang kenal aku, mereka akan bilang ‘yup betul, onyel is wonk ningrat’, wkakakakak… Read the rest of this entry »
Malam ke-21 Ramadlan *Malam Lailatul Qadar-ku*
Lama ga posting nieh, akhirnya ni da sedikit cerita namun panjang *wkakakak*…..
Malam ke 21 ramadlan, rencananya aku mau tarawih dengan khusu’ di masjid, kemudian seusai tarawih menikmati syukuran malam Lailatul Qadar bersama warga lingkungan sekitarku di masjid, yang kebetulan malam ini keluarga dapat jatah malam 21.
Oh ya, untuk lingkungan desaku *gat tau aku, apa ini berlaku untuk desa/daerah lain*, bahwa malam Lailatul Qadar warga dilakukan secara bergilir. Untuk warga yang masih muda mendapat malam Lailatul Qadar *ato istilah Jawa-nya ‘maleman’*. Dan karena Keluargaku masih dalam kategori muda, sehingga dapat jatah ‘maleman’ duluan.
OK kembali ke rencanaku, hehe… Ketika aku beranjak menuju masjid, keponakanku yang berusia 2,5 tahun tiba-tiba memanggilku, mau ikut ke masjid. Biasanya dia ikut mbakku, tapi berhubung mbakku sedang berhalangan, jadinya ga pergi ke masjid, sementara ibunya sedang sakit.
“Mana mukenanya?” tanyaku
“Di rumah Te…” Doh, mau tak suruh ngambil kok ya memakan waktu, padahal tuh Muadzin dah mulai mengumandangkan iqamah, sementara panjang lintasan yang harus kulalui rumahku-masjid sekitar +/- 300 m dengan jalan kaki dan jalan yang agak gelap, maklum masjidnya masuk gang, gak di tepi jalan.
“Ayo Te…berangkat” ajaknya.
Akhirnya dia ga pake mukena…
Menunaikan sholat Isya’ Alhamdulillah lancar, keponakanku hanya berdiri memandangi aku sholat tanpa suara dan tanpa ulah yang aneh-aneh. Tapi begitu mulai sholat tarawih apa yang aku khawatirkan terjadi, dia mulai berulah….
*2 rakat pertama
Ketika masuk rokaat kedua, dia mulai panggil-panggil aku…
“Te…pulaang…” rengeknya. Alhamdulillah sampe salam ga da ulah yang mengganggu sholatku, hanya rengekanku tadi mayan mengganggu kekhusukanku. Aku jadi ada ide. Aku melepas jilbab yang aku pake yang lumayan gedhe *toh aq dah pake mukena, jadi auratku masih tertutup* lalu memakaikan ke dia. Awalnya dia menolak namun akhirnya mau. Aku fikir, dengan memakai kerudungku yang besar dia seperti memakai mukena, dan ikutan sholat. Namun dugaanku salah.
*2 rakat kedua
Ketika aku berusaha mengkhusukkan Sholat kedua tarawih, dia berulah lagi. Dia melepas jilbabku yang dipakainya dan merengek lagi sambil menarik sajadahku. Tapi lagi-lagi alhamdulillah sholatku sampe salam masih lancar. Aku tanya dia,
“Ngantuk to dik?” dia ga jawab, tapi aku menggelar sajadahku untuk alasnya duduk, aku suruh dia tidur di sajadahku berbantal kerudungku yang dah aku lipat rapi, dan aku sholat tanpa alas.
*2 rakat ketiga
Dia berulah lagi. Kali ini jilbabku diuwel-uwel. Kemudian dia mulai memain-mainkan tali mukena ku, menarik2nya… ketika aku sujud, dia naik ke punggungku dan ketika aku berdiri dia memelukku. Ketika duduk tahiyat akhir, dia dengan PD nya duduk dipangguanku hingga mukenaku tertarik ke depan, otomatis aku ga bias duduk tegak…dan untuk menoleh salampun agak kerepotan.
Begitu salam, dia merengek ga da hentinya
“Tanteeeeeeeeeeeeeee pulaaaaaaaaaaaaaaaang.”
“Bentar ya dik, satu kaliiiiiiiii lagi tante sholat, abiz itu kita pulang.” Kataku menghiburnya. Tapi Dia terus merengek.
“Duduk yang tenang, ingat janji tadi sebelum berangkat. Ga boleh rewel….” Dia diem, namun bibirnya manyun.
*2 rakat ke empat
Rokaat pertama dia berdiri di depanku ketika aku mau ruku’, tapi masih ada stand bagi aku untuk menunaikan ruku’. Namun kemudian dia memelukku dari depan ketika aku siap bersujud. Pelan-pelan aku menyingkirkan tubuhnya agar aku bisa bersujud. Dia ganti naik ke punggungku, lagi-lagi aku pelan-pelan bangkit dari sujudku agar dia gak jatoh. Rakaat pertama masih bisa penuh. Begitulah untuk rakaat kedua, dia terus berulah. Begitu tahiyat akhir, dia semakin ‘mengganas’. Ditariknya mukenaku bagian atas sampai hampir terlepas, helai-helai rambutku tanpa ampun menyembul terlihat. Syukurlah antara jama’ah pria dan wanita ada sekatnya, sehingga yang lihat hanya Jama’ah wanita.
Seusai sholat aku langsung menarik keponakan pulang. Aku masih bersyukur, sholat isya’ ku alhamdulillah lancar walo tarawihnya ancur-ancuran, bukannya Isya’ lebih utama karena hukumnya fardlu dan ulah keponakanku hanya mengganggu aku saja tapi tidak menimbulkan kegaduhan di masjid.
Apa ibadahku tadi diterima Allah…?? Huallahu’alam. Tapi Aku yakin, Allah menilai semua amal manusia dari niatnya.
Yang jelas rencanaku tadi untuk menikmati malam Lailatul Qadarku malam itu gagal…
Tour ke Jogja Part II
Ada dua rombongan bis, aku kebagian Bis I. Aku masuk terakhir. Dan Rombongan Tour d’Jogja itupun berangkaaaaaaaat.
Aku sudah mulai pulas, karena kecapekan. Kesibukan menyambut lahirnya Pilar, keponakanku sampai saat ini masih ada. Belum kakak menyerahkan usahanya ma aku sampe ia bisa meninggalkan buah hatinya dan istrinya yang masih lemah habis melahirkan.
Baru aja tubuh ini terlena, sebuah teriakan dari belakang membuatku urung memejamkan mata
“Ada yang mabuk…”
Akupun sontak menoleh. Eh, mereka melihatku
“Bu eR**(onyel-red), ada yang mabuk BU, tolong.”
Aku ga mungkin pura-pura tak tau kan. Sigap aku meminta Kantong plastik pada TL (tour leader), dan beberapa obat-obtan yang dibutuhkan. Kemudian menuju ke arah anak yang mabuk perjalanan itu. Memberikan kereseknya, kemudian memoleskan minyak kayu putih ke beberapa bagian tubuhnya serta memijati pundak dan tengkuknya kemudian mendampinginya sampai ia tertidur dengan posisi kadang setengah duduk. eh Belum lama kemudian, sampingnya juga mengeluh pusing dan….hoek hoek…. wadoh…dari arah belakang juga ada yg teriak-teriak mabuk…wadoooohh….kok guru-guru yang laen ga peduli se, malah enak-enakan tidur, ga peduli ato ga tau yak??? Ah pisitif thingking aja deh, mungkin mereka pada ga tau
.Jadilah perjalanan berangkat tour ini ga tidur sama sekali. Eh, paginya begitu semua terlihat jelas anak-anak yang tertidur menyadari keberadaanku….fyuh, terus dikira yang semalam jalan modar-mandir dalam bis itu itu sapa yak?????
Rute tour adalah kantor PP (Pimpinan Pusat) sebuah ormas di mana sekolah ini bernaung, Keraton Jogja (ni sempat gontok2an, bis rombonganku bilang ga usah, tapi bis satunya pengin ke sana, jadilah kita semua ke Kraton Jogja), Candi Brobudur, pantai Parang Tritis dan terakhir kita belanja di Marlboro. Anak-anak pada mengeluh padaku, tour ini kurang memuaskan, karena waktunya hanya singkat di setiap lokasi wisata, ah aku juga merasakannya, jangankan belanja souvenir, untuk menikmati panorama dengan berfoto-foto ria aja seolah waktunya singkat sekali. Entah ini kesalahan pada perencanaan pihak sekolah atau emang bisnya yang lelet ya, jadi kelamaan di perjalanan.
Tidak ada makan siang dari pihak tour tavel agency, anak-anak mengeluh kelaparan padaku, entahlah anak-anak kok manja banget ma aku, kalo ngeluh-ngeluh minta tolong kebanyakan ma aku. Hm…ada enaknya ada repotnya juga se….
Dalam perjalanan pulang barulah anak-anak mendapat makan, makan malam lah namanya, malam syekaleeeeee, lha dah jam 22.30 e…..
Habis makan, rombongan dah diteriakkin suruh masuk bis. Semua anak kembali mengeluh, kalo perutnya agak sakit, aku sendiri sebenarnya juga merasakan, karena telat makan, jadi maklum kalo perut malah rasanya gak enak habis makan. Anak-anak pada teriak
“Bu onyel….siap-siap ya ngurusin orang mabuk, keliatannya anak-anak pada teler nieh…” Kata mereka, wadooooooooh gawatttttttt….padahal aku ndiri juga dah merasa gak enak badan nieh….
Tapi Alhamdulillah,sampe skul tak ada satupun yang mabuk. Semua tertidur lelap, mungkin semua kecapekan. Sementara aku sendiri, semua tubuhku aku tutupin, pake kostum lengkapku di musim dingin. Sarung tangan, jaket, kaos kaki selalu. Kalo ga pake, mungkin ga taulah nasibku, mungkin sampe rumah ga inget apa-apa…
Tour ke JOGJA part I
Ikut tour ga ya? saya bingung awalnya…mana badan sempat demam, sekarang menyisakan pilek lagi. Telpon teman Guru juga dia bilang ga tau ikut pa ga, tapi yang jelas katanya banyak bangku bis kosong.Hm….tapi ni badan berat banget mau berangkat.
Dan malam sebelum keberangkatan itu akupun tidur pulas. Aku sengaja tidur ga dikamar, biar ga betah kalo tidur, soalnya udaranya dingin. Dalam pikiranku, kalo aku bangun sebelum jam 1 maka aku akan ikut tour, kalo ga ya dah, aku ga ikut.
“Bu, jadi ikut kan?”
“eh bentar bu, sya lihat sikon dulu…” jawab saya setengah ga sadar.
“Inget jam 2 berangkat lho bu.”
Astaghfirullah, ni dah jam 01.15
Aku bangunkan ayah, bertanya apa beliau mau nganter aku ke lokasi pemberangkatan. Setengah ngantuk2, Beliau bilang bersedia (semoga itu bukan ngelindur), aku langsung mandi padahal udara dingin buangetz getoh pake air dingin lagi….tapi aku ga peduli, entah karena saking semangatnya ato saat itu kesadaranku belum 100% pulih???? Jam 2 kurang seperampat aku bru inget kalo td aku lom bilang positif ikut. Entar terlanjur ke sana malah ditinggal. Aku calling balik temen guruku yang juga sebagai koordinatur tour itu.
“Bu, saya jadi ikut. klik!”
Kurang ajar bener onyel ni, main nge-jem, main nutup aja, padahal tuh guru kan seniornya. hehehe…..
byuh, baju2 nya lom siap dipacking, mana banyak yang kotor lagie….waduh…bawa baju yang mana ya…yang aku inget cuma ini tour, jadi nyantai, bawa sepasang baju kaos dan rok jeans (tak lupa kerudung lah….)
Akhirnya sampe di skul dengan selamat, telat 5 menit, eh disambut sepupuku yg jg kebetulan guru di sana. Kami ngobrol beberapa saat hingga hapeku berdering. Guru yang sama meneleponku,aku baru inget belum melaporkan kedatanganku padanya. Aku Lari ke ruang guru.
“Oh…dah dateng to bu?”
“ya, maaf telat…”
“Ga pa2″ aq lihat wanita itu bersepatu, aku langsung memukul dahiku sendiri
“Wadoh, saya ga bawa sepatu bu….”
“Ha????Ya dah, ga pa-pa…sebenarnya nanti da kunjunagn ke kantor kantor PP, ibu juga ga bawa seragam guru yang biru?” dengan polosnya aku menggeleng.
Wadoh, parah banget ni orang, guru macam apa se? Mungkin itu yang ada dipikiran wanita itu sekarang…hi hi
“Oh ya bu, ni tolong ditandatangani.”
Akupun tanpa banyak tanya menandatangi lembar2 yang disodorkan rangkap 3. Dua buah amplop disodorkan. Ini apa ya???
Weeee, ternyata honor ngajarku (weh ni dah tanggal muda ya? sampe lupa aku) dan satunya jatah uang saku untuk guru yang iku mengiringi siswa-siswa tour. Asyik….dah gratis ikut tour dapet uang saku lagi…enaknya jadi guru kalo suasananya lagi gini… dan ternyata apa yang kuhadapi selanjutnya tak selalu enak seperti dalam angan-anganku…Ada beberapa susah dan senangnya dalam tourke jogjaku ini…
apa yang terjadi selama tourku ke jogja????
tunggu aja postingan selanjutnya.
wkakakakakak 



